Jumat, 01 Januari 2010

Akuntansi Biaya (Konsep Dasar)

Pengertian dan Tujuan Akuntansi Biaya

Akuntansi biaya merupakan alat manajemen dalam memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Pada awal nya akuntansi biaya hanya ditujukan untuk penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan, namun karena semakin pentingnya biaya non produksi, yaitu biaya pemasaran dan administrasi umum, akuntansi biaya saat ini ditujukan untuk menyajikan informasi biaya bagi manajemen baik biaya produksi maupun non produksi. Oleh karena itu akuntansi biaya dapat digunakan pada perusahaan manufaktur maupun non manufaktur.
Tujuan atau manfaat akuntansi biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan menejemen dalam mengelola perusahaan, yaitu informasi biaya yang bermanfaat untuk:
  • Perencanaan dan pengendalian biaya.
  • Penentuan harga pokok produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dengan tepat dan teliti.
  • Pengambilan keputusan oleh menejemen.

Hubungan Akuntansi Keuangan dengan Akuntansi Biaya

Tujuan akuntansi keuangan adalah sebagai alat yang membantu dalam menjalankan fungsi, alat komunikasi dan pertanggung-jawaban dari menejemen kepada berbagai pihak yang menggunakan laporan keuangan, sesuai kepentingan masing-masing pemakai.
Keterbatasan akuntansi keuangan bagi menejemen, khususnya untuk perusahaan manufaktur, adalah:

  • Untuk penentuan harga pokok berbagai jenis produk atau berbagai jasa yang dihasilkan perusahaan.
    Akuntansi keuangan hanya mengumpulkan total biaya untuk menghasilkan berbagai jenis produk dan berbagai jenis produk. Oleh karena itu untuk tujuan penentuan harga pokok, akuntansi keuangan tidak dapat menjanjikan informasi yang memadai.
  • Untuk menyusun perencanaan dan mengendalikan biaya.
    Dengan akuntansi keuangan kurang dapat disusun perencanaan biaya secara teliti dan tepat. Perencanaan harus dihubungkan dengan jenis biaya, jumlah biaya, di mana biaya akan terjadi, dan siapa yang bertanggung-jawab atas biaya tersebut.
    Pengendalian biaya harus dihubungkan dengan penyimpangan antara realisasi dengan yang telah direncanakan. Pengendalian harus dihubungkan dengan jenis biaya yang menyimpang, jumlah penyimpangan, di mana terjadi penyimpangan, penyebab penyimpangan, dan siapa yang bertanggung-jawab terhadap penyimpangan tersebut.
    Dengan demikian akuntansi keuangan yang hanya menyajikan total biaya kurang dapat dipakai sebagai alat perencanaan dan pengendalian biaya.
  • Untuk pengambilan keputusan yang berhubungan dengan biaya. Pengambilan keputusan berhubungan dengan pemilihan beberapa alterantif dalam perencanaan kegiatan perusahaan yang mempertimbangkan, mengukur akibat dari alternatif yang dapat diambil. Untuk itu biaya relevan harus digunakan dalam pengambilan keputusan tersebut yang umumnya berhubungan dengan biaya yang akan datang. Akuntansi keuangan berfungsi mencatat transaksi keuangan historis yang hanya dapat dipakai sebagai dasar melakukan prediksi.

Penggolongan Biaya

  • Penggolongan Biaya sesuai dengan Fungsi Pokok dari Kegiatan/Aktivitas Perusahaan (Cost Classified Accourding to the Function of Business Activity)
  • Penggolongan Biaya sesuai dengan Periode Akuntansi di mana Biaya akan Dibebankan
  • Penggolongan Biaya sesuai dengan Tendensi Perubahannya terhadap Aktivitas atau Kegiatan atau Volume
  • Penggolongan Biaya sesuai dengan Obyek atau Pusat Biaya yang dibiayai
  • Penggolongan Biaya untuk Tujuan Pengendalian Biaya
  • Penggolongan Biaya sesuai dengan Tujuan Pengambilan Keputusan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar